Kangsadewa lahir karena perselingkuhan yang tak disadari

- Penulis Berita

Rabu, 6 Maret 2024 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kangsa yang memiliki nama lengkap Kangsadewa didalam pedalangan sering disebut Basu Wara Kangsa. Ia juga mempunyai nama lain Jaka Maruta, berkedudukan di Kadipaten Sengkapura dan mempunyai istri bernama Dewi Sasradewani, putri Prabu Supalakni raja negara Bojanapura (Cedipura), adik dari Arya Supala dan Supali.

Dari perkawinan ini, Kangsa menurunkan seorang putra bernama Sasrawindu. Kangsadewa adalah putra Prabu Gorawangsa raja Guwagra dengan Dewi Maerah permaisuri Prabu Basudewa, raja negara Mandura.

Kangsadewa

Kelahirannya terjadi karena peristiwa hubungan asmara Prabu Gorawangsa terhadap Dewi Maerah dengan jalan beralih rupa menjadi Prabu Basudewa, karena pada saat itu Prabu Basudewa yang sesungguhnya sedang berburu (pasang grogol) di hutan.

Baca juga: Prabu Kresna Raja Dwarawati titisan Batara Wisnu

Kangsa kemudian menghadap Prabu Basudewa meminta agar diakui sebagai putra mahkota Mandura. Oleh karena ia sangat sakti dan didukung oleh adik Prabu Gorawangsa yang bernama Suratimantra, akhirnya permintaan Kangsa tersebut dikabulkan oleh Prabu Basudewa.

Karena peristiwa itu, Prabu Basudewa mengkhawatirkan putranya yakni Kakrasana, Narayana dam Rara Ireng.

Akhirnya demi menjaga keselamatan ketiga, putranya tersebut Kakrasana dan kedua adiknya dititipkan kepada Demang Antyogopa di dukuh Widarakandang. Namun walaupun persembunyiannya dirahasiakan, Kangsa mengetahui bahwa Prabu Basudewa mempunyai putra berkulit putih (bule) dan berkulit hitam (cemani).

Ia berusaha melenyapkan putra-putra Prabu Basudewa dengan mengadakan suatu pertunjukan yang dikenal dengan Adu Jago.

Pertunjukan itu sebenarnya hanya siasat Kangsa agar ia dapat menangkap putra Basudewa tadi, karena dipastikan mereka akan ikut menyaksikan adu jago yang diselenggarakannya.

Peran yang diadu adalah manusia, dan mengajukan patih yang masih pamannya sendiri yaitu Suratimantra yang memiliki keistimewaan tidak bisa mati berkat Banyu Semangka.

Kangsa memerintahkan agar seluruh rakyat Mandura supaya menyaksikan pertunjukan adu jago tersebut.

Untuk menghadapi Suratimantra, Arya Prabu Rukma mengusulkan nama Bratasena dan langsung disetujui oleh Prabu Dasudewa. Arya Prabu Rukma kemudian ditugasi menjemput Arya Bratasena yang sedang belajar ilmu di pertapaan Sapta Arga. Arya Bratasena bersedia menjadi jago Mandura.

Dalam pertunjukan itu Kangsa menyebar mata-mata yang ditugasi untuk melihat kalau-kalau ada penonton yang berkulit bule dan cemani, maka mereka harus segera melapor kepadanya.

Kenyataannya Raden Kakrasana, Narayana, Rara Ireng, Udawa dan Premadi ikut menyaksikan pertunjukan adu jago tersebut.

Pertarungan Bratasena dan Suratimantra cukup seru dan seimbang. Bila Suratimantra kelelahan bahkan hampir mati, ia disiram Banyu Semangka sebagai tuah kesaktiannya sehingga raksasa itu sehat kembali.

Melihat hal itu, Premadi kemudian berusaha menolong kakaknya. Diam-diam ia memasukkan keris Pulanggeni ke dalam Banyu Semangka sehingga air di dalam kolam itu mendidih lalu lenyaplah seluruh tuah kesaktiannya.

Bersama itu, Kangsa melihat Kakrasana dan Narayana ikut bersorak memberi semangat kepada Bratasena.

Ketika Kangsa berhasil menangkap Kakrasana dan Narayana, Suratimantra melompat dari arena meninggalkan Bratasena hendak membantu Kangsa membunuh dua musuhnya itu, namun Arya Bratasena lebih cepat bertindak, Suratimantra dijambak rambutnya dari belakang, Kuku Pancanaka langsung menghujam perut raksasa tadi dan saat itu juga tewaslah jago Sengkopura Suratimantra.

Kangsa yang dapat menjepit leher Kakrasana dan Narayana menunggu kedatangan Suratimantra, tetapi yang ditunggu tidak kunjung tiba, karena memang sudah mati dibunuh Bratasena.

Kakrasana meronta sambil menghunus Nenggala diikuti Narayana mengambil senjata cakra. Hanya sekali ditebas cakra, kepala Kangsa terpenggal jatuh terpisah dengan tubuhnya.

Baca juga: Raden Narayana murid kesayangan Resi Padmanaba penjelmaan Sanghyang Wisnu

Nenggala yang dihujamkan Kakrasana hampir membelah tubuh Kangsa yang sudah tergeletak mati tadi. Kemenangan Bratasena, Kakrasana dan Narayana disambut sukacita oleh seluruh rakyat negeri Mandura.

Berita Terkait

Harimau Singamurti piaraan Prabu Kala Wisnudewa raja negara Garbapit
Gajah Puspadenta kendaraan Prabu Baladewa hadiah dari Batara Indra
Garuda Jatayu gugur sebagai pembela kebenaran
Kuda Uceswara berbulu putih yang keluar dari samudera susu
Kereta Kencana kendaraan untuk para pejabat tinggi
Rampogan, gambaran barisan prajurit dalam wayang kulit
Limbuk dan Cangik, emban sang putri yang setia
Brabah, raksasa gambaran nafsu yang masih membara
Berita ini 24 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 6 April 2024 - 22:46 WIB

Apa Sebenarnya Yang Dimaksud dengan Vokal Grup Tradisional dari Jawa yang Diiringi oleh Instrumental Gamelan atau Karawitan?

Sabtu, 6 April 2024 - 22:42 WIB

Apa Fungsi Titi Laras dalam Gamelan Jawa?

Sabtu, 6 April 2024 - 22:38 WIB

Apa Peran Kelompok Musik Gamelan yang Bertugas sebagai Pemangku Irama?

Sabtu, 6 April 2024 - 10:31 WIB

Sejarah dan Keunikan Gamelan Bali

Sabtu, 6 April 2024 - 10:21 WIB

Apa Keunikan dari Gambar Gamelan?

Minggu, 31 Maret 2024 - 19:11 WIB

Apa Peran Gender Gamelan dalam Musik Tradisional Indonesia?

Minggu, 31 Maret 2024 - 19:07 WIB

Bagaimana asal Gamelan memiliki sejarah Panjang?

Minggu, 31 Maret 2024 - 19:00 WIB

Apa Keunikan Gamelan dalam Budaya Indonesia?

Berita Terbaru

Artikel

Apa Fungsi Titi Laras dalam Gamelan Jawa?

Sabtu, 6 Apr 2024 - 22:42 WIB

Artikel

Sejarah dan Keunikan Gamelan Bali

Sabtu, 6 Apr 2024 - 10:31 WIB

Artikel

Apa Keunikan dari Gambar Gamelan?

Sabtu, 6 Apr 2024 - 10:21 WIB