Gajah Puspadenta kendaraan Prabu Baladewa hadiah dari Batara Indra

- Penulis Berita

Senin, 11 Maret 2024 - 08:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gajah Puspadenta adalah gajah keturunan gajah Herawana kendaraan Batara Indra yang konon keluar dari samodra susu ketika para dewa mengebornya dengan maksud mengambil Tirta Amerta. Gajah Puspadenta kemudian oleh Sanghyang Indra dihadiahkan kepada Prabu Baladewa, raja di negara Mandura.

Pada waktu itu kahyangan Suralaya digempur oleh raja raksasa dari negara Renggabumi bernama Prabu Nagaprasanta.

Raja raksasa itu dapat merubah wujudnya menjadi ular naga yang besar. Ia meminta Dewi Supraba sekaligus menginginkan menjadi raja Tribuwana. Prabu Nagaprasanta dibantu oleh patihnya yang berupa gajah kelabu bernama Yudaketi.

Baca juga: Garuda Jatayu gugur sebagai pembela kebenaran

Prabu Baladewa yang ketika itu masih bernama Wasi Jaladara menjadi senopati jagonya dewa. Ia mengendarai gajah Puspadenta dengan membawa senjata Alugara pemberian Batara Brahma.

Sedangkan Prabu Nagaprasanta mengendarai gajah Yudaketi berhadapan dengan Jaladara. Perang tanding keduanya sangat seru dan hingga sehari penuh belum ada yang kalah dan belum ada yang menang.

Karena masing-masing ingin segera mengakhiri peperangan, Wasi Jaladara segera memanfaatkan senjata Alugara untuk membunuh Prabu Nagaprasanta.

Akhirnya raja Renggabumi itu dapat dibinasakan dan setelah mati, Prabu Nagaprasanta berubah menjadi senjata Nenggala. Oleh Sanghyang Brahma, senjata Nenggala itu juga dihadiahkan kepada Wasi Jaladara.

Gajah Yudaketi yang tinggal sendirian berusaha mengamuk, namun ia segera dipukul dengan senjata Nenggala kejadian dari rajanya sendiri, seketika itu juga Yudaketi roboh dan mengaku kalah.

Akhirnya Yudaketi dan gajah Puspadenta menjadi milik Wasi Jaladara. Atas keberhasilannya itu, Jaladara diangkat menjadi jagonya dewa atau balanya dewa. Dan ketika menjadi raja di Mandura, Jaladara atau Kakrasana bergelar Prabu Baladewa.

Berita Terkait

Harimau Singamurti piaraan Prabu Kala Wisnudewa raja negara Garbapit
Garuda Jatayu gugur sebagai pembela kebenaran
Kuda Uceswara berbulu putih yang keluar dari samudera susu
Kereta Kencana kendaraan untuk para pejabat tinggi
Rampogan, gambaran barisan prajurit dalam wayang kulit
Limbuk dan Cangik, emban sang putri yang setia
Brabah, raksasa gambaran nafsu yang masih membara
Cakil, tokoh pewayangan yang melambangkan sang penggoda manusia
Berita ini 43 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juli 2024 - 14:04 WIB

Wisudha Pelog 5

Sabtu, 20 Juli 2024 - 13:56 WIB

Tlutur Playon Pelog 5

Sabtu, 20 Juli 2024 - 13:52 WIB

Timasan Pelog 5

Sabtu, 20 Juli 2024 - 13:49 WIB

Thukul Pelog 5

Jumat, 5 Juli 2024 - 22:18 WIB

Tejaningsih Pelog 5

Jumat, 5 Juli 2024 - 22:15 WIB

Tejanata Pelog 5

Jumat, 5 Juli 2024 - 22:08 WIB

Tejamaya Gurit Pelog 5

Jumat, 5 Juli 2024 - 22:03 WIB

Taliwangsa Pelog 5

Berita Terbaru

Gendhing

Wisudha Pelog 5

Sabtu, 20 Jul 2024 - 14:04 WIB

Uncategorized

Winurteja Pamong Pelog 5

Sabtu, 20 Jul 2024 - 14:02 WIB

Gendhing

Tlutur Playon Pelog 5

Sabtu, 20 Jul 2024 - 13:56 WIB

Gendhing

Timasan Pelog 5

Sabtu, 20 Jul 2024 - 13:52 WIB

Gendhing

Thukul Pelog 5

Sabtu, 20 Jul 2024 - 13:49 WIB