Menguak Gareng yang jarang dibahas dalam pewayangan

- Penulis Berita

Sabtu, 9 Maret 2024 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nala Gareng dalam pewayangan juga disebut Cakrawangsa, Pegatwaja, Pancalpamor. Ia lazim disebut anak Semar yang termasuk golongan panakawan. Cerita keberadaan Nala Gareng dapat diceritakan sebagai berikut : Resi Sukskadi brahmana di padepokan Bluluktiba mempunyai seorang anak bernama Bambang Sukskati. Anak itu kemudian pergi bertapa di bukit Candala.

Setelah selesai bertapa, Bambang Sukskati mohon diri kepada Resi Sukskadi untuk mengembara. Tetapi ia justru ingin menaklukkan raja-raja setelah diijinkan mengembara oleh ayahnya.

gareng

Baca juga: Mengenal Semar yang tidak pernah Anda duga sebelumnya

Pada waktu yang sama, di padepokan Kembangsore berdiam seorang pendeta Gandarwa bernama Begawan Selantara.

Ia mempunyai seorang anak laki-laki namanya Bambang Panyukilan. Anak Resi Selantara itu sangat sakti karena sejak kecil gemar bertapa di hutan-hutan yang terkenal angker. Bambang Panyukilan juga meminta diri ingin mengembara untuk menguji kesaktiannya.

Di tengah perjalanan Bambang Panyukilan berjumpa dengan Bambang Sukskati. Keduanya sama-sama congkaknya dan memamerkan kesaktian yang menurutnya tanpa tanding. Akhirnya keduanya berkelana hingga lima hari dan tak ada pemenangnya.

Karena perkelahian dua manusia congkak itu menimbulkan gara-gara, Sanghyang Ismaya segera turun ke Arcapada menemui Bambang Sukskati dan Bambang Panyukilan.

Keduanya kemudian dinasehati bahwa perkelahian akan mengakibatkan kebencian dan dendam yang merupakan kejelekan hidup yang harus disingkiri.

Tetapi Bambang Sukskati maupun Bambang Panyukilan masih merasa dirinya manusia super dan tak mau menerima nasehat Batara Ismaya. Keduanya ingin melanjutkan kembali perkelahiannya untuk menentukan siapa pemenangnya.

Melihat sikap kedua manusia congkak itu, Batara Ismaya bersabda bahwa kesombongan dan kecongkaan adalah suatu kejelekan, maka Bambang Sukskati dan Bambang panyukilan berubah dari berwajah tampan menjadi jelek.

Akhirnya keduanya mengakui salah dan kesaktian yang dimiliki belum seberapa dibanding dengan kesaktian Batara Ismaya. Bambang Sukskati kemudian diberi nama Nala Gareng, Bambang Panyukilan diberi nama Petruk.

Saat itu Resi Sukskadi dan Resi Selantara datang menghadap Sanghyang Ismaya memohonkan maaf atas perbuatan anak mereka masing-masing. Nala Gareng dan Petruk kemudian diserahkan kepada Batara Ismaya. Akhirnya keduanya diangkat menjadi anak Hyang Ismaya lalu disuruh mengikuti Semar.

Baca juga: Parikesit Raja terakhir Astina yang membawa kemuliaan

Nala Gareng mempunyai seorang istri bernama Dewi Sariwati, putri Prabu Sarawasesa dengan Dewi Saradewati di negara Selarengka yang diperoleh atas bantuan Resi Tritusta.

Berita Terkait

Harimau Singamurti piaraan Prabu Kala Wisnudewa raja negara Garbapit
Gajah Puspadenta kendaraan Prabu Baladewa hadiah dari Batara Indra
Garuda Jatayu gugur sebagai pembela kebenaran
Kuda Uceswara berbulu putih yang keluar dari samudera susu
Kereta Kencana kendaraan untuk para pejabat tinggi
Rampogan, gambaran barisan prajurit dalam wayang kulit
Limbuk dan Cangik, emban sang putri yang setia
Brabah, raksasa gambaran nafsu yang masih membara
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 April 2024 - 22:46 WIB

Apa Sebenarnya Yang Dimaksud dengan Vokal Grup Tradisional dari Jawa yang Diiringi oleh Instrumental Gamelan atau Karawitan?

Sabtu, 6 April 2024 - 22:42 WIB

Apa Fungsi Titi Laras dalam Gamelan Jawa?

Sabtu, 6 April 2024 - 22:38 WIB

Apa Peran Kelompok Musik Gamelan yang Bertugas sebagai Pemangku Irama?

Sabtu, 6 April 2024 - 10:31 WIB

Sejarah dan Keunikan Gamelan Bali

Sabtu, 6 April 2024 - 10:21 WIB

Apa Keunikan dari Gambar Gamelan?

Minggu, 31 Maret 2024 - 19:11 WIB

Apa Peran Gender Gamelan dalam Musik Tradisional Indonesia?

Minggu, 31 Maret 2024 - 19:07 WIB

Bagaimana asal Gamelan memiliki sejarah Panjang?

Minggu, 31 Maret 2024 - 19:00 WIB

Apa Keunikan Gamelan dalam Budaya Indonesia?

Berita Terbaru

Artikel

Apa Fungsi Titi Laras dalam Gamelan Jawa?

Sabtu, 6 Apr 2024 - 22:42 WIB

Artikel

Sejarah dan Keunikan Gamelan Bali

Sabtu, 6 Apr 2024 - 10:31 WIB

Artikel

Apa Keunikan dari Gambar Gamelan?

Sabtu, 6 Apr 2024 - 10:21 WIB