Banowati melambangkan wanita yang menggairahkan

- Penulis Berita

Jumat, 1 Maret 2024 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewi Banowati adalah putri Prabu Salya raja Mandaraka dengan permaisuri Dewi Setyawati, putri Resi Bagaspati di padepokan Hargabelah.

Bentuk/wanda/wajahnya sedet, Rangkung, sebagai gambaran Banowati berperawakan ramping, cantik, molek, ramah, dan menggairahkan.

Dewi Banowati

Nama Banowati itu sendiri mengandung arti kecantikannya, bagai cahaya air yang memantulkan cahaya rembulan. Dewi Banowati mempunyai saudara kandung empat orang yaitu Dewi Erowati, Dewi Surtikanti, Arya Burisrawa dan Raden Rukmarata.

Baca juga: Prabu Salya, gugur di tangan Raja berdarah putih

Setelah dewasa dan tumbuh menjadi gadis remaja, Banowati mulai mengenal pria, dan jejaka yang pertama ia kenal dan sayangi adalah Permadi (Janaka, Arjuna) putra Prabu Pandu Dewanata.

Namun karena Prabu Salya menghendaki putra mantu seorang raja, akhirnya Dewi Banowati dikawinkan dengan raja Astina Prabu Duryudana. Dari perkawinan tersebut lahirlah Lesmana Mandrakumara dan Dewi Lesmanawati.

Akhir riwayat Banowati diceritakan dalam lakon Pandawa Boyong atau Parikesit Lahir. Saat itu Dewi Banowati diliputi rasa was-was karena seluruh keluarga Kurawa terjun berperang di Tegalkurukasetra. Tiba-tiba datanglah Bambang Aswatama yang mengaku diutus Prabu Duryudana supaya memboyong Banowati ke pesanggrahan Bulukapitu.

Dewi Banowati yang tidak menaruh curiga, akhirnya bersedia mengikuti Aswatama. Tetapi setelah sehari penuh berputar-putar di tengah hutan, Banowati mulai curiga, kemudian ia bertanya kepada Aswatama dimana letak Tegalkuru?

Aswatama tidak segera memberi jawaban tetapi malah ingin berbuat tak senonoh terhadap Banowati. Menyadari dalam bahaya, Banowati kemudian melarikan diri sehingga bisa lolos dari sekapan Bambang Aswatama.

Ketika Aswatama hendak menangkapnya kembali, Banowati sudah berada dipelukan Arjuna, sehingga Aswatama mengurungkan niatnya kemudian lari masuk hutan lagi.

Suatu malam Aswatama dan Kartamarma kembali ke negara Astina dengan membuat terowongan dalam lakon Aswatama Nglandak.

Baca juga: Lesmana Mandrakumara Putra Mahkota yang Dungu

Aswatama akhirnya dapat memasuki istana Astina melewati terowongan yang dibuatnya. Setelah melihat situasi aman, dengan leluasa putra Druna itu membunuh Drestajumena, Srikandi, Wara Subadra, Pancawala dan Dewi Banowati.

Aswatama sendiri akhirnya juga tewas tertikam keris Pulanggeni yang tersentuh kaki bayi Parikesit saat putra Utari itu menangis meronta.

Berita Terkait

Harimau Singamurti piaraan Prabu Kala Wisnudewa raja negara Garbapit
Gajah Puspadenta kendaraan Prabu Baladewa hadiah dari Batara Indra
Garuda Jatayu gugur sebagai pembela kebenaran
Kuda Uceswara berbulu putih yang keluar dari samudera susu
Kereta Kencana kendaraan untuk para pejabat tinggi
Rampogan, gambaran barisan prajurit dalam wayang kulit
Limbuk dan Cangik, emban sang putri yang setia
Brabah, raksasa gambaran nafsu yang masih membara
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juli 2024 - 22:21 WIB

Tejasari Sembawa Bedhayan Pelog 5

Jumat, 5 Juli 2024 - 22:18 WIB

Tejaningsih Pelog 5

Jumat, 5 Juli 2024 - 22:15 WIB

Tejanata Pelog 5

Jumat, 5 Juli 2024 - 22:08 WIB

Tejamaya Gurit Pelog 5

Jumat, 5 Juli 2024 - 22:03 WIB

Taliwangsa Pelog 5

Rabu, 26 Juni 2024 - 22:19 WIB

Sumunar Pelog 5

Rabu, 26 Juni 2024 - 22:16 WIB

Sumekar Kagok Pelog 5

Rabu, 26 Juni 2024 - 22:12 WIB

Srigunting Sukosih Pelog 5

Berita Terbaru

Gendhing

Tejasari Sembawa Bedhayan Pelog 5

Jumat, 5 Jul 2024 - 22:21 WIB

Gendhing

Tejaningsih Pelog 5

Jumat, 5 Jul 2024 - 22:18 WIB

Gendhing

Tejanata Pelog 5

Jumat, 5 Jul 2024 - 22:15 WIB

Gendhing

Tejamaya Gurit Pelog 5

Jumat, 5 Jul 2024 - 22:08 WIB

Gendhing

Taliwangsa Pelog 5

Jumat, 5 Jul 2024 - 22:03 WIB